Cara Mengatasi Bayi Demam Setelah Imunisasi – Bayi demam sehabis imunisasi sebetulnya bisa berlangsung pada beberapa imunisasi. Hal ini biasanya nampak sehabis anak beroleh vaksin-vaksin tertentu, seperti vaksin campak, vaksin DPT dan vaksin meningitis B. Demam sehabis imunisasi biasanya nampak 24 jam sehabis vaksin diberikan dan berlangsung kurang lebih 1–2 hari.

Meski beberapa ibu sangat risau anaknya bakal demam, kudu diketahui bahwa laksanakan imunisasi tetap kudu dilakukan untuk merawat anak dari penyakit menular yang jauh lebih berbahaya.

Cara Mengatasi Bayi Demam Setelah Imunisasi

Jika Si Kecil mengalami demam sehabis imunisasi, tersebut adalah beberapa perihal yang bisa Bunda lakukan:

Memberikan ASI yang cukup

Saat Si Kecil mengalami demam sehabis imunisasi, berikan ASI atau susu formula lebih sering. Ini dapat membantu Si Kecil cepat sembuh sekaligus menghambat terjadinya dehidrasi.

Memakaikan Si Kecil busana yang nyaman

Kenakan Si Kecil busana yang nyaman dan ringan. Sebaiknya, menghindari memakaikan busana yang berlapis-lapis atau menyelimuti Si Kecil dengan selimut yang tebal sebab bakal menjebak panas di dalam tubuh.

Memberikan obat penurun panas

Bayi demam sehabis imunisasi dapat diatasi dengan dukungan ibuprofen ataupun paracetamol. Dosis kedua obat ini biasanya tergantung pada berat badan bayi. Jadi, periksa arahan dosis pada kemasan atau konsultasi dengan dokter khususnya dahulu sebelum saat memberikannya kepada Si Kecil.

Sebagian ibu yang risau bayinya demam sehabis imunisasi berinisiatif menambahkan paracetamol sebelum saat imunisasi dengan target menghambat terjadinya demam. Hal ini tidak benar, ya, Bun. Pemberian paracetamol sebelum saat dukungan vaksin justru tidak dianjurkan sebab dapat kurangi efektivitas vaksin.

Baca Juga: Inilah Obat Masuk Angin Anak yang Aman

Kondisi Demam Setelah Imunisasi yang Patut Diwaspadai

Pada beberapa kondisi, demam sehabis imunisasi perlu penanganan yang pas dari dokter. Berikut adalah gejala yang kudu diwaspadai pada bayi demam sehabis imunisasi:

  • Demam berlangsung pada bayi berusia di bawah 3 bulan
  • Demam lebih dari 40°C
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari
  • Bayi memiliki riwayat kejang demam sebelumnya
  • Bayi mengalami pergantian perilaku, jikalau jadi sering mengantuk dan tidak berkenan menyusu.

Bila keadaan di atas berlangsung pada Si Kecil, Bunda kudu memeriksakannya ke rumah sakit. Penanganan lebih lanjut kudu dilakukan supaya demam tidak menyebabkan komplikasi yang membahayakan Si Kecil.

Adapun jikalau Si Kecil tiba-tiba mengalami kejang, Bunda dapat laksanakan cara dukungan pertama untuk kejang demam pada bayi. Setelah itu, langsung bawa ia ke dokter atau telephone ambulans ke rumah sakit.

Bayi demam sehabis imunisasi merupakan perihal yang normal dan biasanya tidak kudu dikhawatirkan. Namun, Bunda tetap kudu menyimak keadaan Si Kecil sehabis imunisasi. Bila ia demam, ukur suhu tubuhnya secara berkala dan awasi perilakunya.

Bila perlu, laksanakan konsultasi dengan dokter sebelum saat laksanakan imunisasi, khususnya jikalau Si Kecil memiliki keadaan kebugaran khusus yang menyebabkan penurunan manfaat proses imun tubuh.