Dampak Negatif Stres Terhadap Fisik Anda – Stres dapat terjadi setiap waktu, baik karena pekerjaan, masalah finansial, hingga perseteruan starlight princess dengan pasangan. Hal-hal kecil seperti menghadapi kemacetan juga berpotensi menjadi penyebabnya. Ketika tidak dikelola dengan baik, dampak stres pada tubuh sangat banyak dan pastinya merugikan kesehatan Anda. Stres adalah keluhan umum yang kerap dirasakan banyak orang, terutama ketika menghadapi situasi penuh tekanan. Sebagian orang mungkin mampu mengatasi stres yang dialami. Tapi bagi sebagian yang lain, stres bisa terjadi dalam jangka panjang dan berulang. Maka itu, kamu dianjurkan untuk belajar cara mengendalikan stres agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan.
Tubuh bereaksi terhadap segala hal yang dianggapnya sebagai bahaya, entah itu benar-benar membahayakan atau tidak. Reaksinya dapat berbentuk respons fisik, mental, maupun emosional. Ketika Anda merasa terancam, di dalam tubuh akan terjadi reaksi kimia yang memungkinkan Anda untuk melawan dan mencegah cedera. Reaksi ini disebut dengan fight-or-flight. Saat tubuh Anda merespon stres, Anda akan merasakan denyut jantung meningkat, pernapasan lebih cepat, otot menegang, dan tekanan darah naik. Pemicu stres pada setiap orang berbeda-beda. Apa yang menjadi pemicu stres pada diri Anda belum tentu juga dirasakan orang lain. Ini semua tergantung dari bagaimana Anda melihat sesuatu yang bisa menyebabkan stres dan cara menanganinya. Stres ringan mungkin dapat membantu Anda dalam menyelesaikan tugas. Namun, jika tingkat stres sudah berat dan kronis, kondisi tersebut dapat berdampak buruk terhadap kesehatan slot 88 mental dan fisik.
Disfungsi Ereksi
Stres juga berpengaruh pada gairah seksual Anda. Mungkin gairah seksual Anda akan menurun saat Anda sedang mengalami stres kronis. Namun, pria lebih banyak menghasilkan hormon testosteron selama stres, yang dapat meningkatkan gairah seksual dalam jangka pendek. Jika stres berlangsung dalam waktu lama, kadar hormon testosteron pria akan mulai menurun. Hal ini dapat mengganggu produksi sperma, yang akan menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi.
Gangguan Kehamilan
Pada ibu hamil, stres dapat menyebabkan gangguan kehamilan. Hal tersebut tidak hanya akan membahayakan nyawa ibu hamil, tapi juga janin dalam kandungan. Pada beberapa kasus, stres yang berkepanjangan juga dapat mengakibatkan depresi.
Dampak stres yang berkepanjangan dapat memberikan efek buruk untuk kesehatan. Untuk menghindari efek yang mungkin ditimbulkan, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi stres. Selain itu, pertimbangkan untuk berkonsultasi ke psikolog atau dokter jika stres yang dirasakan mulai mengganggu aktivitas.
Gangguan Siklus Menstruasi
Pada wanita, salah satu dampak stres yang paling jelas ialah terganggunya siklus menstruasi. Saat stres, Anda mungkin mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, tidak mengalami menstruasi sama sekali, atau mengalami menstruasi yang lebih berat.
Gangguan Sistem Imun
Saat Anda stres, tubuh merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bekerja. Jika stres yang Anda rasakan bersifat sementara, ini akan membantu tubuh Anda dalam mencegah infeksi dan penyembuhan luka. Namun, jika stres terjadi dalam waktu lama, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang akan menghambat pelepasan histamin dan respon peradangan untuk melawan zat asing. Akibatnya, orang yang mengalami stres kronis akan lebih rentan untuk terkena penyakit, seperti influenza, pilek, atau penyakit infeksi lainnya. Stres kronis juga membuat Anda lebih lama untuk sembuh dari sakit atau cedera.
Gangguan Muskuloskeletal
Ketika Anda stres, otot di kepala akan menegang. Kontraksi yang terjadi secara terus-menerus dalam waktu yang berkepanjangan dapat memicu sakit kepala dan migrain. Pada kasus yang parah, dampak stres bisa menyebar dan mengakibatkan gangguan muskuloskeletal, seperti terganggunya fungsi ligamen, saraf, tendon, otot, sendi, hingga tulang belakang.
Penyakit Kardiovaskular
Saat Anda mengalami stres akut (stres dalam waktu singkat, seperti karena terjebak macet di jalan), detak jantung akan meningkat serta pembuluh darah yang menuju ke otot besar dan jantung akan melebar. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan darah dan volume darah yang dipompa ke seluruh tubuh. Ketika stres, darah perlu dialirkan dengan cepat ke seluruh tubuh (terutama otak dan hati) untuk membantu menyediakan energi bagi setiap sel tubuh.
Begitu juga saat Anda mengalami stres kronis (stres dalam jangka waktu lama), detak jantung akan meningkat secara konsisten.Tekanan darah dan kadar hormon stres juga akan meningkat secara berkelanjutan. Akibatnya, stres kronis dapat meningkatkan risiko Anda terkena hipertensi, serangan jantung, atau stroke.
Gangguan Pernapasan
Stres berat berpotensi mengakibatkan sesak napas. Pernapasan menjadi lebih cepat sebagai bentuk upaya untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Bagi beberapa orang, kondisi tersebut mungkin tidak menjadi masalah yang berarti. Namun, pada orang yang mempunyai riwayat penyakit asma atau emfisema, dampak yang ditimbulkan bisa parah. Selain itu, napas cepat atau hiperventilasi juga dapat menyebabkan serangan panik.