Inilah Beberapa Cara Mengatasi BAB Berdarah – BAB berdarah adalah keadaan yang terjadi kala muncul darah waktu membuang air besar (BAB). Adanya BAB berdarah tidak boleh anda sepelekan. Sebab, munculnya darah waktu membuang air besar bisa menjadi sinyal pendarahan pada saluran pencernaan.

Meski begitu, keadaan ini bisa anda obati. Namun, pengobatannya akan bervariasi, bergantung dari penyebabnya. Karena itu, ketahuilah sejumlah langkah mengatasi keadaan ini.

Inilah Beberapa Cara Mengatasi BAB Berdarah

Ada banyak aspek yang bisa sebabkan BAB berdarah, sehingga pengobatannya akan beragam bergantung penyebabnya.

Namun, selanjutnya adalah beberapa pilihan mengatasi BAB berdarah secara umum:

1. Pengobatan rumahan

Pengobatan rumahan dapat menjadi bantuan pertama pada kasus BAB berdarah yang ringan.

Sebagai contoh, kecuali penyebabnya adalah wasir, salah satu langkah untuk meredakan nyerinya adalah dengan mandi air hangat.

Selain itu, mengoleskan krim tanpa resep atau dengan resep dokter terhitung dapat mengurangi iritasi.

Namun, kecuali penyebab BAB berdarah adalah fisura ani akibat konstipasi, mengobati konstipasi terlalu mungkin fisura selanjutnya sembuh.

Selain itu, tersedia sejumlah perawatan rumahan untuk mengurangi risiko BAB berdarah, seperti:

  • Konsumsi makanan berserat tinggi.
  • Berolahraga secara tertib untuk menahan sembelit.
  • Menjaga kebersihan tempat dubur.
  • Tetap terhidrasi dengan baik.

2. Perawatan medis

Jika pengobatan sembelit secara rumahan tidak berhasil, maka perawatan medis wajib menjadi pilihan. Jika penyebabnya wasir, BAB berdarah kemungkinan memerlukan perawatan yang lebih invasif.

Dokter dapat memanfaatkan salah satu dari beberapa metode untuk menghentikan pendarahan akut.

Biasanya, dokter memanfaatkan endoskopi untuk menyuntikkan obat ke tempat pendarahan, menjaga sumber pendarahan dengan arus listrik atau laser, atau menempatkan pita atau klip untuk menutup pembuluh darah.

Jika endoskopi tidak dapat mengontrol pendarahan, dokter terhitung dapat memanfaatkan angiografi untuk menyuntikkan obat ke dalam pembuluh dara untuk mengontrol pendarahan.

Selain itu, perawatan beragam bergantung pada penyebabnya, dan kemungkinan terhitung obat-obatan layaknya antibiotik untuk mengobati H. pylori, yang menghimpit asam lambung.

Kamu terhitung bisa memanfaatkan obat antiinflamasi untuk mengobati kolitis.

Namun pembedahan kemungkinan saja dokter jalankan untuk mengangkat polip atau bagian usus besar yang rusak akibat kanker, divertikulitis, atau penyakit radang usus.

Sementara itu, kecuali penyebabnya adalah fisura ani, BAB berdarah dapat pulih dengan sendirinya. Tetapi dokter kemungkinan akan meresepkan antibiotik kecuali infeksi berkembang.

Selain pengobatan, orang mengalami BAB berdarah terhitung wajib meniti 4 Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Fisura Ani.

Kapan BAB Berdarah Menjadi Kondisi yang Mengkhawatirkan?

Sebenarnya, kapanpun anda mengalami BAB berdarah, tidak tersedia salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter, khususnya jika:

  1. Kamu tidak jelas mengapa BAB berdarah terjadi. Terkadang, pendarahan rektal tentang dengan keadaan yang tidak anda ketahui.
  2. BAB jadi menyakitkan. Nyeri senantiasa menjadi sinyal bahaya bahwa tersedia yang tidak beres pada tubuhmu dan memerlukan menyimak medis.
  3. Terasa berat atau sering terjadi. Pendarahan dalam jumlah banyak atau sering berpotensi sebabkan keadaan yang lebih serius, terhitung anemia.
  4. Sudah terjadi sepanjang seminggu atau lebih. Meskipun pendarahan kemungkinan tidak banyak atau tidak jadi sakit, BAB berdarah yang terjadi sepanjang beberapa waktu senantiasa memerlukan pengobatan.

Baca Juga: Inilah Penyebab Bisul yang Mengganggu di Vagina

BAB Berdarah sinyal penyakit apa?

Ada dua penyebab BAB berdarah berdasarkan lokasi perdarahannya, yaitu:

1. Hematochezia

Hematochezia adalah keadaan munculnya darah fresh pada tinja atau feses.

Masalah kesehatan ini kebanyakan terjadi akibat perdarahan pada saluran cerna bagian bawah layaknya usus besar atau rektum.

Pada keadaan ini, darah yang muncul dengan feses akan muncul memerah dan masih segar.

Sebab, perdarahan hematochezia kebanyakan terletak pada tempat yang tidak jauh dari dubur.

Nah, tersedia beberapa keadaan yang dapat sebabkan hematochezia, yaitu:

  1. Wasir (ambeien) atau hemoroid. Kondisi ini adalah pembesaran atau pembengkakan yang terjadi pada dubur atau usus besar bagian akhir atau rektum.
  2. Fisura ani. Merupakan luka yang muncul akibat terdapatnya cedera anus. Adapun fisura ani kebanyakan terjadi gara-gara sembelit dengan ukuran feses yang besar dan keras.
  3. Divertikulitis. Merupakan keadaan peradangan atau infeksi pada kantong kecil tidak normal yang terbentuk pada saluran pencernaan (divertikula).
  4. Radang usus. Kondisi radang usus adalah arti lazim untuk menggambarkan masalah yang melibatkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Adapun contoh radang usus adalah kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.
  5. Polip usus besar. Merupakan gumpalan kecil yang terbentuk pada lapisan usus, khususnya usus besar atau rektum.
  6. Kanker usus besar. Merupakan keadaan munculnya pertumbuhan tumor ganas pada usus besar yang merupakan bagian terakhir dari proses pencernaan.

2. Melena

Melena adalah keadaan yang terjadi akibat perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas atau usus besar.

Ketika melena terjadi, darah pada feses akan muncul hitam pekat dengan bau yang tidak sedap. Sebab, darah selanjutnya bercampur dengan enzim dan asam lambung.

Adapun sejumlah keadaan yang dapat sebabkan terjadinya melena adalah:

  1. Varises esofagus. Kondisi ini terjadi akibat pembesaran abnormal pada vena yang terletak pada esofagus. Esofagus adalah penghubung antara bagian kerongkongan dan lambung.
  2. Esofagitis. Merupakan keadaan peradangan pada lapisan kerongkongan akibat penyakit GERD.
  3. Tukak lambung. Tukak lambung adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung.
  4. Sindrom Mallory-Weiss. Merupakan robekan pada jaringan tempat kerongkongan yang berbatasan dengan lambung.
  5. Gastritis. Kondisi kala lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan atau pengikisan.
  6. Kanker lambung. Merupakan pertumbuhan sel abnormal yang berawal pada perut.

Itulah beberapa langkah mengatasi BAB berdarah yang dapat menjadi pilihan.