Inilah 3 Perbedaan Psikiater dan Psikolog – Saat seseorang mengalami gangguan mental, banyak yang menganjurkan untuk menemui psikolog atau psikiater. Namun, tahukah kamu bahwa tersedia perbedaan di pada keduanya?

Salah satunya dari pendidikan slot qris 5 ribu yang mereka ambil. Psikiater merintis pendidikan kedokteran dan jadi dokter medis sebelum akan lakukan pelatihan spesialis kesegaran mental.

Apa itu Psikiater?

Psikiater adalah dokter yang berspesialisasi dalam bidang kesegaran mental dan gangguan jiwa.

Mereka paham anatomi otak, proses psikologis, dan aspek lingkungan yang pengaruhi kesegaran mental.

Dokter spesialis kejiwaan juga dapat dalam merancang dan mengawasi konsep pengobatan yang sesuai keperluan pasien.

Tak itu saja, server luar negeri mereka juga berperan mengimbuhkan edukasi kepada pasien dan keluarga.

Caranya, psikiater akan membantu paham mengenai keadaan mental secara khusus, beserta cara-cara mengelola tanda-tanda yang kemungkinan muncul.

Dengan langkah ini, pasien dapat memiliki taraf hidup yang lebih baik.

Psikiater dapat memilih salah satu dari beberapa jenis subspesialis di bawah ini:

  • Pilih psikiatri forensik jika mendambakan menanggulangi persoalan hukum yang terkait dengan kesegaran mental.
  • Psikiatri anak dan remaja untuk membantu menanggulangi persoalan mental pada anak-anak dan remaja.
  • Psikiatri adiksi yang spesifik menanggulangi persoalan kecanduan.
  • Pilih psikiatri geriatri jika kamu mendambakan membantu menanggulangi persoalan kesegaran mental pada orang tua atau lansia.
  • Psikiatri psikosomatis untuk membantu menanggulangi persoalan psikis dan emosional yang mengakibatkan rasa nyeri.

Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater?

Ada beberapa perbedaan mendasar pada dokter spesialis kejiwaan dan pakar psikologi (psikolog).

Di antaranya, latar belakang pendidikan, langkah mendiagnosis gangguan, dan jenis persoalan mental yang bisa didiagnosis.

1. Latar belakang pendidikan

Psikolog menempuh pendidikan strata 1 (S1) pengetahuan psikologi. Untuk mengakses praktik dan konseling mandiri, mereka mesti mengambil program magister psikologi profesi.

Jurusannya terbagi jadi beberapa jenis psikologi, yaitu:

  • Terapan psikologi anak umur dini.
  • Sosial.
  • Industri dan organisasi.
  • Terapan psikologi kesehatan.
  • Terapan psikologi sumber kekuatan manusia (SDM).
  • Perkembangan.
  • Pendidikan.
  • Terapan psikologi olahraga.

Berbeda dengan psikolog, seseorang yang mendambakan jadi psikiater mesti menyelesaikan pendidikan kedokteran terlebih dahulu. Setelah itu barulah mengambil spesialisasi kejiwaan.

Setelah memperoleh gelar dokter umum, perlu kala empat th. untuk merintis residensi psikiatri.

Kemudian, nantinya psikiater akan bergelar dokter dan Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa). Pahami lebih dalam mengenai Dokter Spesialis Kejiwaan – Penyakit dan Tindakan yang Dilakukan.

2. Cara mendiagnosis pasien

Seorang psikolog akan mempersilakan pasien bercerita mengenai persoalan yang mereka hadapi.

Kemudian mempersilahkan pasien untuk lakukan cognitive behavioural test untuk menilai prilaku dan emosional mereka.

Caranya dengan isikan kuesioner, tes IQ, sampai neuropsikologi. Tujuannya untuk menyaksikan perkembangan kognitif dan memori.

Jika jadi parah, psikolog akan merujuk pasien menemui psikiater.

Sementara seorang psikiater, mereka paham segala hal mengenai diagnosis dan perawatan untuk tiap tiap keadaan psikologis tiap tiap pasien yang condong rumit. Misalnya, gangguan bipolar dan skizofrenia.

Hal ini gara-gara keahlian mereka berfokus pada ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia.

Oleh sebabnya, psikiater bisa mengimbuhkan resep dan terapi obat-obatan (farmakoterapi).

Selain itu, mereka juga mumpuni untuk lakukan terapi stimulasi otak, pemeriksaan fisik, dan laboratorium.

Psikiater juga berhak meningkatkan dosis pemanfaatan obat sebagai langkah penyesuaian.

Baca Juga: Inilah Dampak Kecanduan Pornografi pada Disfungsi Ereksi

3. Masalah mental yang didiagnosis

Psikolog tidak bisa lakukan diagnosis gangguan mental pada seseorang.

Namun, psikolog dapat membantu menurunkan intensitas tanda-tanda yang dialami oleh pasien, dengan rekomendasi pola hidup lebih sehat.

Sementara psikiater atau dokter spesialis kejiwaan, mereka dapat mengidentifikasi gangguan mental yang lebih kompleks.

Misalnya, bipolar, gangguan kecemasan, anorexia nervosa, depresi, dan skizofrenia.

Kesimpulan Perbedaan Psikolog dan Psikiater

Kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog terlebih pernah jika memiliki keluhan mental yang mengganggu kegiatan sehari-hari.

Meski tak dapat mendiagnosis, psikolog dapat membantu mengimbuhkan kesimpulan.

Bukan itu saja, psikolog juga dapat membantu menanggulangi gangguan melalui berbagai pendekatan.

Misalnya, merubah pola hidup, pola tidur, dan teknik relaksasi yang tepat bagi pengidap masalah.

Namun, jika tanda-tanda yang terlihat justru jadi gawat apalagi membawa dampak tanda-tanda fisik, silakan kunjungi psikiater.

Spesialis kejiwaan ini dapat mendiagnosis dan mengimbuhkan obat manfaat meredakan gejala.

Baik psikolog maupun psikiater memiliki peran dalam perawatan persoalan mental.

Pemilihannya terkait pada jenis perawatan yang kamu butuhkan dan preferensi masing-masing.