Inilah Langkah yang Tepat Pengobatan ISPA – Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan problem pernapasan yang dapat merubah proses pernapasan bagian atas, merasa dari sinus dan berakhir di pita suara.

Penyebab utama dari penyakit ini adalah infeksi virus dan bakteri. Umumnya, gejalanya dapat mereda dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Meski begitu, penyakit ini dapat jadi suatu suasana yang berbahaya untuk beberapa kelompok, seperti anak-anak, orangtua, dan mereka dengan proses kekebalan tubuh yang lemah.

Maka dari itu, wajib penyembuhan dan penanganan yang pas untuk mengatasinya segera. Lantas, bagaimana langkah pas mengobati ISPA dan obat apa saja yang bisa dikonsumsi untuk meredakan gejala? Simak Info selengkapnya tersebut ini!

Apa Itu ISPA dan Cara Mengobatinya?

ISPA adalah salah satu penyakit yang paling umum dan kebanyakan menyerang hidung atau tenggorokan. Umumnya pengidap ISPA bisa sembuh dengan sendirinya, tanpa perawatan medis.

Namun pada beberapa kasus, ISPA bisa dialami hingga 3 minggu dan mengakibatkan komplikasi. Sehingga pengidap ISPA pada pada akhirnya perlu perawatan medis.

Sebagian besar penyembuhan ISPA berfokus untuk menghilangkan gejala. Kamu bisa manfaatkan beberapa obat tersebut ini untuk meredakan gejalanya atau memperpendek durasi gejala:

  • Obat batuk.
  • Ekspektoran.
  • Vitamin C.
  • Zinc.

Dalam beberapa kasus, dokter barangkali juga merekomendasikan perawatan lain, misalnya:

  • Dekongestan hidung, untuk menolong mengurangi tanda-tanda seperti batuk dan hidung tersumbat. Obat ini juga dapat anda kombinasikan dengan antihistamin untuk menolong meredakan gejala.
  • Menghirup uap panas dan berkumur dengan larutan garam, merupakan langkah safe untuk meredakan tanda-tanda ISPA.
  • Analgesik, seperti asetaminofen dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat menolong mengurangi demam dan nyeri.

Lantas, apakah pemanfaatan antibiotik berpengaruh pada perbaikan suasana ISPA?

Seringkali, penyebab ISPA adalah infeksi virus. Tapi nyatanya, virus tidak merespons antibiotik.

Namun kecuali anda mengalami infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan, anda dapat minum antibiotik yang dokter resepkan. Biasanya, dokter dapat meresepkan penislin atau amoksisilin untuk meredakan radang tenggorokan.

Jenis-Jenis ISPA dan Gejalanya

Ada beberapa jenis infeksi saluran pernapasan atas akut atau ISPA yang umum terjadi, di antaranya:

  • Rhinitis. Flu biasa atau rhinitis adalah peradangan pada lapisan rongga hidung. Rinitis pun terbagi jadi dua jenis utama, yakni rinitis alergi (dipicu alergen) dan rinitis non-alergi (dipicu virus).
  • Faringitis. Terjadi karena peradangan di bagian belakang tenggorokan, atau faring. Kondisi ini juga dikenal sebagai sakit tenggorokan, yang penyebabnya adalah virus.
  • Radang amandel. Terjadi saat amandel di bagian belakang tenggorokan jadi merah, bengkak, dan sakit. Penyebab radang amandel adalah infeksi virus atau bakteri.
  • Laringitis. Peradangan pada laring atau kotak suara, organ yang membuahkan suara. Penyebab laringitis adalah infeksi virus atau bakteri, namun paling kerap oleh virus.

Sementara itu, tanda-tanda khas dari ISPA meliputi:

  • Batuk.
  • Pilek.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hidung tersumbat.
  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Tekanan di wajah.
  • Bersin.
  • Kelelahan.

Gejala seringkali terlihat dalam 3 hari setelah terpapar virus atau bakteri. Biasanya berjalan antara 7 hingga 10 hari. Terkadang, tanda-tanda bisa bertahan hingga 3 minggu.

Baca Juga: Penyebab Kanker Lambung yang Harus Diketahui

Rekomendasi Obat ISPA yang Mudah Didapat

Berikut ini sejumlah rekomendasi obat yang bisa anda konsumsi sementara mengidap ISPA, antara lain:

1. Pamol 500 mg 10 Tablet

Rekomendasi obat ISPA yang mudah didapat pertama yakni Panmol 500 mg 10 Tablet, yang di dalamnya mengandung paracetamol 500 mg. Obat ini bekerja sebagai antipiretik dan analgesik.

Departemen Kesehatan RI menyebut bahwa, paracetamol jadi obat suportif yang kerap diresepkan untuk mengurangi tanda-tanda demam dan nyeri, yang terjalin dengan infeksi pernapasan.

Dosis umum pemanfaatan Panmol 500 mg:

  • Dewasa: 1-2 kaplet, 3-4 kali sehari. Penggunaan maksimal 8 kaplet per hari.
  • Anak usia 6-12 tahun: ½-1 kaplet sehari, 3-4 kali sehari. Penggunaan maksimal 4 kaplet per hari.

Obat ini bisa diminum setelah makan. Namun, tidak direkomendasi untuk pengidap sakit ginjal, dan juga orang yang konsumsi alkohol.

2. Rhinos SR 10 Kapsul

Obat ISPA seterusnya yakni Rhinos SR 10 Kapsul, yang di dalamnya mengandung loratadine 5 mg dan pseudoephedrine HCI 120 mg.

Pseudoephedrine merupakan obat golongan dekongestan yang berfungsi untuk melegakan hidung tersumbat, yang kebanyakan terlihat sebagai tanda-tanda dari sinusitis, flu, demam, dan juga alergi pernapasan atau ISPA.

Dosis umum pemanfaatan Rhinos SR 10 Kapsul:

  • Dewasa dan anak di atas usia 12 tahun: 1 kapsul, diminum 2 kali per hari atau setiap 12 jam. Obat ini bisa diminum sebelum atau setelah makan.

Penggunaan obat ini wajib dengan resep dokter, karena masuk dalam kategori obat merah atau golongan keras. Selain itu, hati-hati pada efek samping obat berbentuk palpitasi, takikardia, dan ekstrasistol.

3. Actifed Plus Expectorant Sirup 60 ml (Hijau)

Batuk merupakan salah satu dari tanda-tanda utama ISPA. Batuk yang terlihat bisa bervariasi, merasa dari batuk kering hingga batuk berdahak. Biasanya batuk yang terlihat memadai mengganggu dan sering kadang mengakibatkan pengidap ISPA merasa kelelahan.

Karena alasan inilah, pengidap ISPA juga direkomendasi konsumsi obat batuk, salah satunya Actifed Plus Expectorant Sirup 60 ml (Hijau). Di dalamnya mengandung triprolidine HCI 1.25 mg, pseudoephedrine HCI 30 mg, guaiphenesin 100 mg, ethanol 6.93%, dan sukrosa 2.50 g.

Dosis umum pemanfaatan Actifed Plus Expectorant Sirup 60 ml (Hijau):

  • Dewasa dan anak-anak di atas usia 12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari.
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: ½ sendok takar (2.5 ml), 3 kali sehari.

Obat ini bisa diminum sebelum atau setelah makan. Namun, tidak direkomendasi untuk anak di bawah usia 6 tahun, dan juga orang yang alergi pada kadar obat seperti triprolidine HCI, pseudoephedrine HCI, guaiphenesin, dan komponen obat lainnya.

4. Sanazol Sirup 60 ml

Menurut Jurnal berjudul Role Of Guaifenesin in The Management of Chronic Bronchitis plus Upper Respiratory Tract Infections (2017), kadar guaifenesin dianggap sebagai ekspektoran yang safe dan efektif, untuk mengobati tanda-tanda perihal lendir pada ISPA dan bronkitis kronis yang stabil.

Nah, salah satu obat dengan kadar guaifenesin untuk menangani ISPA yakni Sanazol Sirup 60 ml. Obat ini bisa bantu menangani batuk berdahak, batuk kering, dan batuk alergi, yang kerap dialami oleh pengidap problem saluran pernapasan.

Dosis umum pemanfaatan Sanazol Sirup 60 ml:

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 4 kali sehari, 10 ml.
  • Anak usia 2-6 tahun dengan berat 10-20 kg: 2-3 kali sehari, 5 ml.
  • Anak usia 6-10 tahun dengan berat 20-30 kg: 2-3 kali sehari, 10 ml.
  • Anak usia 10-12 tahun dengan berat 30-40 kg: 3-4 kali sehari, 10 ml.

Sanazol Sirup 60 ml bisa anda beli dan manfaatkan cuma dengan resep dokter. Sebab ini merupakan obat golongan merah atau obat keras.

5. Azithromycin 200 mg/5 ml Dry Syrup 15 ml

Terakhir tersedia Azithromycin, obat antibiotik golongan makrolida yang bekerja dengan langkah menghambat pertumbuhan bakteri dalam tubuh.

Obat ini banyak direkomendasi untuk menangani infeksi akibat organisme yang sensitif seperti infeksi saluran napas atas, infeksi saluran napas bawah, hingga infeksi kulit dan jaringan kulit.

Dosis umum pemanfaatan Azithromycin 200 mg untuk infeksi mudah hingga sedang:

  • Dewasa hari ke 1: 500 mg, sebagai dosis tunggal. Hari ke 2 hingga 5: 250 mg, 1 kali sehari.
  • Anak-anak: 10 mg/kg BB per hari, diberikan sebagai dosis tunggal selama 3 hari.

Obat ini bisa diminum bersama dengan makanan, untuk mengurangi rasa tidak nyaman di tubuh. Hati-hati pada efek samping obat sementara menggunakannya, antara lain diare, kembung, mual, muntah, problem faedah ginjal, hingga vertigo.