Pusat Informasi Tentang Kesehatan 2024

Ketahui 12 Penyebab Rasa Mengantuk Berlebihan

Ketahui 12 Penyebab Rasa Mengantuk Berlebihan

Ketahui 12 Penyebab Rasa Mengantuk Berlebihan – Ngantuk berlebihan memang perihal yang wajar, bahkan kecuali anda tidak meraih cukup tidur pada malam hari. Namun, ini juga bisa jadi pertanda mutu tidur yang tidak baik atau keadaan kesegaran lainnya.

Meskipun bukan problem tersendiri, rasa kantuk berlebihan pada siang hari adalah keadaan yang tidak boleh anda anggap sepele. Maka itu, mutlak untuk mengerti penyebab ngantuk berlebihan agar anda bisa laksanakan tindakan penanganan yang tepat.

Kenapa Mudah Mengantuk Padahal Tidur Cukup?

Rasa kantuk yang berlebihan keluar dengan ciri khas berbentuk susah untuk terjaga, atau meningkatnya keinginan untuk tidur pada siang hari. Selain itu, perasaan kantuk jadi lebih kuat waktu tidak banyak bergerak, seperti dikala mengemudi kendaraan atau duduk waktu berada di daerah kerja.

Meski jadi perihal yang normal, ngantuk yang berlebihan dan berlangsung setiap hari selama kurang lebih tiga bulan kudu anda waspadai. Sering kali, seseorang mengira perihal tersebut keluar karena tubuh yang kelelahan, padahal bisa jadi pertanda penyakit ini:

1. Sleep apnea

Studi dalam Annals of the American Thoracic Society menyebutkan, rasa kantuk berlebihan banyak berlangsung pada pengidap apnea tidur atau sleep apnea.

Kondisi tersebut kebanyakan berlangsung pada siang hari dan berdampak negatif pada fungsi sehari-hari, kognisi, keadaan hati, dan segi kesejahteraan lainnya. Selain itu, kasus tidur ini juga merupakan keadaan yang berpotensi sungguh-sungguh karena pengidapnya berulang kali berhenti bernapas selama tidur malam.

Beberapa tanda-tanda sleep apnea, yaitu:

Ada dua jenis sleep apnea yang sama-sama membawa dampak kantuk berlebihan karena tidak cukup nyenyak waktu tidur pada malam hari, yaitu:

Obstruktif sleep apnea. Terjadi dikala jaringan pada belakang tenggorokan mengendur.
Central sleep apnea. Kondisi yang berlangsung dikala otak tidak mengirimkan saraf yang tepat ke sinyal otot yang mengontrol pernapasan waktu tidur.

2. Sindrom kaki gelisah

Studi dalam Neuropsychiatric Disease plus Treatment menemukan, seseorang dengan sindrom kaki gelisah membawa motivasi yang tidak terpecahkan untuk menjalankan kaki.

Kondisi ini membawa dampak pengidapnya sulit tertidur nyenyak agar membawa dampak kantuk berlebih keesokan harinya. Belum ada jawaban tentu berkenaan penyebab sindrom kaki gelisah. Namun, penelitian memperlihatkan bahwa keadaan tersebut berlangsung karena tubuh tidak meraih asupan zat besi cocok dengan kebutuhan.

3. Narkolepsi

Penyebab ngantuk berlebihan selanjutnya yakni narkolepsi. Kondisi ini merupakan problem neurologis karena otak tidak dapat menyesuaikan siklus tidur dan bangun dengan benar.

Pada malam hari, pengidap dapat terbangung beberapa kali (seperti insomnia). Sementara itu, pada siang hari, mereka dapat mengalami kantuk berlebihan. Pengidap keadaan ini bahkan bisa tertidur dikala tengah mengobrol atau makan.

Studi dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menyebutkan, wanita punyai tanda-tanda narkolepsi yang berlangsung karena tipe hidup dan jalinan privat sebanyak 44 persen, sedangkan pria sebesar 71 persen.

Selain itu, belajar tersebut juga laksanakan pengamatan terhadap pria dan wanita yang mengatasi narkolepsi dengan mengonsumsi kafein. Hasilnya, sebanyak 82,4 prosen wanita mengonsumsinya. Sementara pria, hanya berkisar 63,4 persen.

4. Depresi

Ngantuk berlebihan dan pergantian jadwal tidur merupakan salah satu tanda-tanda depresi yang paling umum. Saat mengalami depresi, seseorang kemungkinan dapat tidur lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya.

Jika tidur tidak nyenyak pada malam hari, kemungkinan besar anda dapat mengantuk berlebihan pada siang hari. Terkadang, pergantian tidur juga jadi sinyal awal depresi. Pada beberapa pengidap, pergantian normalitas tidur berlangsung sesudah sinyal lain muncul.

Tidak hanya depresi, beberapa kasus mental juga membawa dampak sulit tidur. Klik artikel ini → 5 Masalah Mental Penyebab Susah Tidur Menurut Psikologi untuk mengerti apa saja problem mental tersebut.

Baca Juga: Panduan Pertolongan Pertama Pencegahan Bunuh Diri

5. Efek samping obat

Faktanya, ada beberapa jenis obat yang ikut jadi pemicu rasa kantuk berlebihan pada siang hari, seperti:

6. Pola makan yang keliru

Penyebab lain ngantuk yang berlebihan juga punyai kaitan dengan pola makan yang kurang tepat. Misalnya, minum kopi secara berlebihan dapat mengganggu jam tidur malam agar tingkatkan rasa kantuk pada siang hari.

Selain itu, mengonsumsi makanan pedas dalam porsi berlebihan membawa dampak problem pencernaan. Hal ini dapat membawa dampak anda bolak-balik ke kamar mandi dan tidak meraih cukup tidur.

Bahkan, mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti makanan tinggi lemak maupun karbohidrat tinggi dapat membawa dampak tubuh jadi mengantuk. Alasannya, karena tubuh lebih ringan melepaskan hormon yang membawa dampak rasa kantuk.

7. Masalah emosi

Emosi yang bergejolak bisa membawa dampak susah tidur pada malam hari dan kantuk berlebihan pada siang hari. Misalnya, seseorang yang baru mengalami putus cinta atau kehilangan orang terkasih. Pikiran dan hati yang kacau dan tidak stabil bisa berdampak pada penurunan mutu tidur.

8. Pertambahan usia

Studi dalam Handbook of Clinical Neurology memperlihatkan bahwa orang tua atau lansia dapat menghabiskan beberapa besar waktunya di daerah tidur. Namun, kelompok ini dapat selamanya meraih mutu tidur yang paling rendah.

Menurut penelitian, mutu tidur jadi mengalami penurunan pada orang dewasa paruh baya. Seiring pertambahan usia, seseorang punyai waktu tidur yang pendek dan lebih banyak terbangun pada tengah malam.

9. Hipersomnia idiopatik

Hipersomnia idiopatik merupakan problem tidur neurologis kronis. Ini membawa dampak rasa kantuk berlebihan meski udah meraih waktu tidur yang cukup. Kondisi ini tentu tidak mirip dengan insomnia karena pengidapnya condong meraih cukup waktu tidur pada malam hari, tapi selamanya mengantuk berlebihan pada siang harinya.

Bahkan, meraih tidur siang juga tidak membawa dampak rasa kantuk yang keluar bisa mereda. Selain itu, ciri lain dari problem tidur ini bisa anda ketahui dengan klik artikel tersebut → 7 Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Hipersomnia.

10. Terlalu kerap begadang

Ini jadi penyebab ngantuk yang paling umum dan paling sulit untuk dihindari, kebanyakan kerap berlangsung pada orang-orang yang bekerja pada shift malam atau sangat kerap lembur. Selain itu, kasus ini juga bisa keluar akibat lingkungan daerah tinggal yang tidak baik dan tidak kondusif.

11. Kurang berolahraga

Kurang laksanakan olahraga atau aktivitas fisik membawa dampak tubuh jadi jadi lemas dan tidak berenergi. Faktanya, keadaan ini juga bisa tingkatkan risiko ngantuk dan membawa dampak seseorang kerap tertidur pada siang hari.

Inilah mengapa, anda sebaiknya selamanya aktif bergerak setiap hari. Luangkan waktu lebih kurang 30 menit untuk laksanakan gerakan fisik yang ringan, seperti berlangsung kaki sebelum akan memulai rutinitas

12. Mengonsumsi alkohol sebelum akan tidur

Alkohol memang dapat mendukung mempercepat waktu tidur. Namun, mutu tidur bisa saja terganggu karena anda dapat jadi gelisah dan berdampak pada terjadinya susah tidur atau insomnia. Selain itu, anda lebih ringan ringan terbangun dan mengantuk ulang pada keesokan hari waktu beraktivitas.

Itu tadi beberapa penyebab ngantuk berlebihan pada siang hari yang kudu anda dan anggota keluargamu perhatikan. Guna mengatasi perihal ini, pastikan meraih waktu tidur yang cukup setiap malam, yakni lebih kurang 7 sampai 9 jam. Selain itu, anda bisa coba untuk tidur dan bangun pada jam yang mirip setiap harinya.

Penanganan kantuk berlebihan dapat tergantung pada penyebabnya. Sebagian dokter tidak inginkan meresepkan obat yang sangat adiktif untuk mendukung seseorang bisa tidur. Jika mendapatkannya, mengonsumsi obat juga tidak boleh setiap hari.

Exit mobile version